Deprecated: mysql_connect(): The mysql extension is deprecated and will be removed in the future: use mysqli or PDO instead in /home/icraindo/public_html/inc/function.php on line 121 Deprecated: Function mysql_numrows() is deprecated in /home/icraindo/public_html/theme/default/menu.php on line 96 Deprecated: Function mysql_numrows() is deprecated in /home/icraindo/public_html/theme/default/menu.php on line 96 Deprecated: Function mysql_numrows() is deprecated in /home/icraindo/public_html/theme/default/menu.php on line 96 Deprecated: Function mysql_numrows() is deprecated in /home/icraindo/public_html/theme/default/menu.php on line 96 Deprecated: Function mysql_numrows() is deprecated in /home/icraindo/public_html/theme/default/menu.php on line 96 Deprecated: Function mysql_numrows() is deprecated in /home/icraindo/public_html/theme/default/menu.php on line 96 Deprecated: Function mysql_numrows() is deprecated in /home/icraindo/public_html/theme/default/menu.php on line 96 Deprecated: Function mysql_numrows() is deprecated in /home/icraindo/public_html/theme/default/menu.php on line 96 Deprecated: Function mysql_numrows() is deprecated in /home/icraindo/public_html/engine/pub/web_content.php on line 17 Kode Etik - ICRA Indonesia
 
Jakarta, 21 Oktober 2017  

Language: English

 
 
 
Kode Etik

Kode Etik PT ICRA Indonesia (ICRA Indonesia) adalah merupakan hasil adopsi dan modifikasi dari Kode Etik ICRA Limited (ICRA Ltd.) yang telah disesuaikan dengan peraturan yang berlaku di Indonesia.

A. Pendahuluan
Produk-produk informasi dan Peringkat ICRA Indonesia mencerminkan opini yang mandiri, profesional dan tidak berpihak, yang membantu para pelaku bisnis meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan juga membantu para penerbit surat berharga (emiten) dalam mengakses basis investor yang lebih luas dan bahkan membantu perusahaan-perusahaan yang kurang dikenal memasuki pasar uang dan pasar modal.

Kami sangat yakin bahwa kualitas dan otentisitas informasi merupakan turunan dari fondasi riset suatu organisasi seperti ICRA Ltd. (perusahaan induk dari ICRA Indonesia) yang memiliki tim yang berdedikasi khusus untuk riset di bidang moneter, fiskal, industri dan sektoral, dan panel ahli untuk meningkatkan kemampuan internal. Fondasi riset ICRA Ltd. memungkinkan kami menjaga kredibilitas dan standar kualitas yang tinggi.

Kode Etik Pemeringkatan ICRA Indonesia disusun selaras dengan Dasar-Dasar Kode Etik untuk Perusahaan Pemeringkat Efek yang diterbitkan oleh International Organization of Securities Commissions (IOSCO) dalam batas-batas yang sesuai dengan Perundang-Undangan yang berlaku di Indonesia.

Namun, Kode Etik ICRA Indonesia bukan merupakan bagian dari perjanjian dengan institusi lain dan institusi tersebut tidak berhak untuk merubah ketentuan dalam Kode Etik ini dengan cara apa pun. ICRA Indonesia tidak bertanggung-jawab kepada siapa pun atas kejadian yang mungkin timbul akibat dari diberlakukannya Kode Etik ini.

ICRA Indonesia berhak merubah Kode Etik ini jika diperlukan, baik karena kewajiban hukum dan ketentuan peraturan yang berlaku ataupun karena hal-hal lainnya.

Manajemen ICRA Indonesia telah mengesahkan Kode Etik Pemeringkatan ICRA Indonesia. Kode Etik Pemeringkatan ICRA Indonesia dirancang untuk diberlakukan terhadap ICRA Indonesia dan siapa pun yang dipekerjakan oleh ICRA Indonesia secara permanen ataupun paruh waktu. Semua karyawan yang terkait dengan proses Pemeringkatan ICRA Indonesia diharapkan mematuhi Kode Etik ICRA Indonesia dan semua Peraturan, Kebijakan, Petunjuk Pelaksanaan dan Pedoman lain yang diterbitkan oleh Lembaga yang berwenang.

Peringkat Kredit adalah indikasi simbolis yang sederhana dan mudah dipahami tentang opini suatu perusahaan pemeringkat tentang resiko yang ada dalam program kredit suatu emiten dengan mengacu kepada kemampuan emiten tersebut untuk membayar kembali hutangnya sesuai dengan yang dijanjikan. Peringkat bukan merupakan evaluasi multi guna tentang perusahaan yang bersangkutan dan juga bukan rekomendasi untuk membeli, memegang atau menjual suatu efek surat hutang.

B. Dasar-Dasar Kode Etik
ICRA Indonesia berupaya mengeluarkan opini yang membantu mengurangi ketimpangan informasi yang ada antara para peminjam dan penerbit surat hutang atau sejenisnya dengan para pemberi pinjaman serta pembeli surat hutang atau sejenisnya. Analisis pemeringkatan yang berkualitas rendah atau yang tidak kredibel tidak akan bermanfaat bagi para pelaku pasar. Peringkat-peringkat yang kadaluarsa dan tidak mencerminkan kondisi atau prospek keuangan terkini dapat menyesatkan para pelaku pasar. Juga, konflik kepentingan atau faktor-faktor lain yang tidak semestinya - baik internal maupun eksternal - yang mungkin atau bahkan terlihat bertentangan dengan kemandirian suatu keputusan peringkat, dapat sangat mengurangi kredibilitas ICRA Indonesia.

ICRA Indonesia juga memiliki tanggung jawab kepada masyarakat, investor dan kepada para emiten itu sendiri, termasuk tanggung jawab terhadap kerahasiaan informasi yang diberikan kepada ICRA Indonesia.

Arti Peringkat ICRA Indonesia
Peringkat kredit ICRA Indonesia adalah pernyataan simbolis tentang opini ICRA Indonesia yang terkini mengenai resiko-resiko kredit relatif yang terkait dengan kewajiban atau surat hutang yang diperingkat. Peringkat tersebut diberikan berdasarkan skala peringkat kredit Indonesia (yaitu nasional atau lokal). Peringkat ICRA Indonesia tidak dirancang untuk memungkinkan perbandingan antar peringkat surat hutang di berbagai negara melainkan hanya menyangkut resiko-resiko kredit relatif di Indonesia.

Kecuali dinyatakan lain, peringkat ICRA Indonesia (selain Peringkat Structured Finance) dalam kategori layak investasi menunjukkan kemungkinan relatif terjadinya gagal bayar, yaitu kemungkinan dimana kewajiban hutang yang bersangkutan tidak dibayarkan sebagaimana yang dijanjikan. Semua kategori peringkat lain, termasuk Peringkat Structured Finance, mencerminkan baik kemungkinan gagal bayar maupun besarnya kerugian setelah terjadinya gagal bayar terhadap surat hutang yang diperingkat tersebut.

Batasan-batasan Peringkat ICRA Indonesia
Peringkat ICRA Indonesia hanyalah suatu opini tentang resiko kredit relatif dan tidak mencerminkan resiko-resiko investasi lain yang timbul dari perubahan kondisi pasar, suku bunga dan likuiditas. Karena itu, surat hutang yang memiliki peringkat tertinggi sekalipun tetap memiliki derajat resiko kredit tertentu walaupun resiko tersebut adalah yang paling rendah jika dibandingkan dengan resiko-resiko kredit yang melekat pada surat hutang yang diperingkat lebih rendah. Suatu skala peringkat mengelompokkan kewajiban hutang dengan resiko-resiko kredit yang mirip tetapi tidak harus sama.

Peringkat kredit ICRA Indonesia mencerminkan kualitas kredit yang melekat pada emiten yang bersangkutan, yang dalam banyak kejadian mungkin tidak tetap sepanjang waktu. Akibatnya, peringkat ICRA Indonesia tidak selalu tetap dan dapat berubah. Walaupun dalam analisisnya ICRA Indonesia berupaya menggabungkan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas kredit emiten ke depan, kondisi faktualnya mungkin akan sangat berbeda dari perkiraan ICRA Indonesia. Perubahan tersebut dapat mengakibatkan revisi ke atas atau ke bawah pada peringkat-peringkat yang diberikan sebelumnya. Mengingat kemungkinan itu, semua peringkat ICRA Indonesia akan dipantau dan diawasi secara periodik. Informasi terkini dan tepat waktu atas peringkat-peringkat ICRA Indonesia secara langsung tersedia melalui media, publikasi dan/atau situs ICRA Indonesia(www.incraindonesia.com).

Dalam memberikan peringkat, ICRA Indonesia mengandalkan semua informasi terkait (misalnya laporan-laporan keuangan yang telah diaudit) yang diberikan kepada ICRA Indonesia oleh emiten maupun sumber-sumber informasi lain (misalnya pendapat para ahli hukum dan ahli lainnya) yang ICRA Indonesia anggap dapat dipercaya. Walaupun ICRA Indonesia cukup cermat dalam memastikan bahwa semua informasi tersebut dapat dipercaya, ICRA Indonesia tidak membuat pernyataan atau jaminan, secara tersirat maupun tersurat, mengenai akurasi, keaslian, ketepatan waktu dan kelengkapan setiap informasi tersebut. Juga, peringkat ICRA Indonesia tidak boleh disimpulkan sebagai rekomendasi untuk membeli, menjual atau memperdagangkan surat hutang yang diperingkat.

C. Definisi
Istilah dan singkatan yang dipakai dalam Kode Etik ini memiliki arti atau uraian yang berikut ini:

"IOSCO" - International Organization of Securities Commissions

"Bapepam dan LK" - Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan sebagaimana didefinisikan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal dan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 606/KMK.01/2005.

"ICRA Indonesia" - PT ICRA Indonesia

"Klien" adalah pihak yang surat hutangnya diperingkat oleh perusahaan pemeringkat.

"Surat Hutang" memiliki arti yang diberikan kepadanya di Klausul 1.a Keputusan Bapepam No. KEP-135/BL/2006 tentang Pemeringkatan Surat Hutang.

"Peringkat" adalah opini tentang surat hutang, yang diungkapkan dalam bentuk simbol yang standar atau dengan cara tertentu, yang diberikan oleh perusahaan pemeringkat kredit dan yang digunakan oleh emiten yang besangkutan.

"Emiten" adalah pihak yang surat hutangnya akan diperingkat oleh perusahaan pemeringkat kredit.

A.

Kualitas Dan Integritas Proses Pemeringkatan

 

1.

Kualitas Proses Pemeringkatan

   

1.1

Peringkat Kredit akan dikeluarkan oleh ICRA Indonesia dan bukan oleh analis orang-perseorangan yang dipekerjakan oleh ICRA Indonesia; peringkat mencerminkan semua informasi relevan yang diketahui dan dipercaya oleh ICRA Indonesia sesuai dengan metodologi yang telah diterbitkan; dan ICRA Indonesia mempekerjakan orang-orang, yang secara perseorangan atau secara bersama-sama (terutama dalam Komite Pemeringkatan) memiliki pengetahuan dan keahlian yang sesuai dalam mengembangkan opini peringkat.

   

1.2

ICRA Indonesia menggunakan, melaksanakan dan memiliki prosedur tertulis untuk memastikan bahwa opini ICRA Indonesia didasarkan pada analisis mendalam terhadap semua informasi yang ICRA Indonesia ketahui dan terkait dengan analisisnya menurut metodologi pemeringkatan ICRA Indonesia yang telah diterbitkan.

   

1.3

ICRA Indonesia menggunakan metodologi pemeringkatan yang akurat, sistematis, dan, jika memungkinkan, menghasilkan peringkat-peringkat yang dapat divalidasi secara obyektif berdasarkan pada data historikal.

   

1.4

Secara berkala ICRA Indonesia melakukan tinjauan ulang portofolio (portfolio review) terhadap semua peringkat yang telah dikeluarkan. Hal ini bertujuan untuk menjaga konsistensi peringkat ICRA Indonesia terhadap metodologi dan juga konsistensi secara sektoral serta lintas sektoral. Asumsi-asumsi dan parameter-parameter yang digunakan juga ditinjau, dalam rangka menjaga konsistensi, akurasi dan kualitas peringkat yang diberikan. Dalam tinjauan ulang portofolio ini juga dimungkinkan pengecekan keterkaitan antara peringkat dan tingkat gagal bayar yang terjadi secara historis.

   

1.5

Dalam menilai kualitas kredit emiten, analis-analis yang terlibat dalam persiapan, penyusunan atau pemeriksaan ulang tindakan pemeringkatan memakai metodologi yang ditetapkan oleh ICRA Indonesia. Analis menerapkan metodologi tertentu secara konsisten sebagaimana yang ditetapkan oleh ICRA Indonesia.

   

1.6

ICRA Indonesia memelihara catatan-catatan internal untuk mendukung opini kredit selama waktu tertentu yang dianggap wajar atau sesuai dengan hukum yang berlaku.

   

1.7

ICRA Indonesia dan para analisnya akan mengambil langkah-langkah untuk menghindari analisis-analisis atau laporan-laporan kredit yang berisi pernyataan yang tidak tepat atau yang menyesatkan mengenai kualitas kredit suatu emiten atau surat hutang.

   

1.8

ICRA Indonesia memastikan memiliki dan mencurahkan sumber daya yang cukup untuk melaksanakan pemeringkatan kredit yang berkualitas atas semua surat hutang dan emiten yang ICRA Indonesia peringkat. Ketika memutuskan akan memeringkat suatu surat hutang atau perusahaan, ICRA Indonesia menilai apakah akan mampu mencurahkan personalia yang memadai dan memiliki keahlian untuk melakukan pemeringkatan yang berkualitas dan apakah mungkin memperoleh informasi yang memadai dalam melakukan pemeringkatann tersebut. ICRA Indonesia menerapkan langkah-langkah yang wajar sehingga informasi yang digunakan dalam melakukan pemeringkatan cukup berkualitas untuk mendukung peringkat yang dapat dipercaya. Jika peringkat tersebut melibatkan informasi keuangan yang menggambarkan data historis yang terbatas (misalnya inovasi produk/institusi keuangan tertentu), ICRA Indonesia akan memberikan penjelasan tentang batasan-batasan untuk peringkat tersebut.

     

1.8.1

ICRA Indonesia membentuk suatu fungsi yang melakukan peninjauan ulang yang terdiri dari seorang manajer senior atau lebih dengan pengalaman yang sesuai untuk meninjau ulang kelayakan pemberian peringkat kredit untuk jenis struktur yang sangat berbeda dari struktur yang biasa diperingkat.

     

1.8.2

ICRA Indonesia membentuk dan melaksanakan fungsi peninjauan ulang yang ketat dan formal serta bertanggung jawab untuk secara berkala meninjau ulang prosedur, metodologi dan model pemeringkatan serta perubahannya terhadap prosedur, metodologi dan model yang ICRA Indonesia pakai tersebut. Jika dianggap layak dan sesuai dengan besaran dan jenis jasa pemeringkatannya, fungsi tersebut berdiri sendiri dari fungsi lain yang terutama bertanggung jawab dalam memeringkat berbagai macam kelas surat hutang dan perusahaan.

     

1.8.3

ICRA Indonesia akan melakukan penilaian apakah metodologi dan model yang sudah ada untuk menentukan peringkat produk-produk berstruktur masih cocok ketika sifat resiko dari aset yang mendasari suatu produk berstruktur berubah secara material. Jika kompleksitas atau struktur dari suatu jenis produk berstruktur yang baru atau kurangnya data mengenai aset yang mendasari produk berstruktur tersebut, menimbulkan keraguan apakah ICRA Indonesia dapat menentukan suatu peringkat yang dapat dipercaya, maka ICRA Indonesia akan memutuskan untuk tidak mengeluarkan peringkat atas produk tersebut.

   

1.9

ICRA Indonesia menyusun tim pemeringkatannya sedemikian demi menjaga kesinambungan dan menghindarkan penyimpangan dalam proses pemeringkatan.

 

2.

Pemantauan dan Pemutakhiran Peringkat

   

2.1

ICRA Indonesia memastikan memiliki karyawan dan sumberdaya keuangan yang memadai untuk melakukan pemantauan dan pemutakhiran peringkat-peringkatnya. Kecuali untuk peringkat yang dengan jelas tidak memerlukan pemantauan yang berkesinambungan pada saat peringkat diterbitkan, ICRA Indonesia memantau secara terus menerus dan memutakhirkan peringkat-peringkat sbb:

     

A.

Secara periodik meninjau ulang kualitas kredit klien;

     

B.

Memulai proses peninjauan ulang status peringkat setelah menerima informasi yang secara wajar diperkirakan akan menyebabkan dilakukannya tindakan pemeringkatan (termasuk penghentian suatu peringkat), yang konsisten dengan metodologi pemeringkatan yang berlaku; dan

     

C.

Memutakhirkan peringkat secara tepat waktu, bilamana diperlukan, berdasarkan hasil-hasil peninjauan ulang yang dilakukan.

   

2.2

Pemantauan peringkat selanjutnya akan berdasarkan pada gabungan semua informasi yang diperoleh. Perubahan atas kriteria dan asumsi pemeringkatan dilakukan jika diperlukan baik pada pemeringkatan awal maupun pemeringkatan selanjutnya.

   

2.3

Dengan dipublikasikannya peringkat-peringkat ICRA Indonesia, ICRA Indonesia akan secara terbuka mengumumkan kepada masyarakat apabila ICRA Indonesia menghentikan peringkat klien atau surat hutang. Apabila peringkat ICRA Indonesia diterbitkan hanya khusus untuk para kliennya, maka ICRA Indonesia akan mengumumkan penghentian pemeringkatan suatu perusahan atau surat hutang hanya kepada para kliennya tersebut. Dalam kedua hal itu, pengumuman yang berkesinambungan oleh ICRA Indonesia tentang penghentian peringkat akan memuat tanggal pemutakhiran peringkat yang bersangkutan dan informasi bahwa peringkat tersebut tidak dimutakhirkan lagi.

 

3.

Integritas Proses Pemeringkatan

   

3.1

ICRA Indonesia dan para karyawannya mematuhi semua hukum dan peraturan yang berlaku mengenai kegiatannya di setiap wilayah hukum tempat ICRA Indonesia beroperasi.

   

3.2

ICRA Indonesia dan para karyawannya secara adil dan penuh kejujuran melayani para emiten, investor, pelaku pasar lainnya dan masyarakat.

   

3.3

Analis-analis ICRA Indonesia memiliki standar integritas yang tinggi dan ICRA Indonesia tidak mempekerjakan orang-orang yang kejujurannya diragukan.

   

3.4

ICRA Indonesia dan para karyawannya baik secara implisit ataupun eksplisit, tidak akan memberikan jaminan atau garansi tentang pemberian peringkat tertentu sebelum peringkat diterbitkan. Ketentuan ini tidak melarang ICRA Indonesia untuk mengembangkan penilaian dimuka yang dilakukan untuk transaksi 'structured finance' atau transaksi yang serupa.

   

3.5

ICRA Indonesia membuat kebijakan dan prosedur yang secara jelas menugaskan seorang pejabat yang bertanggung jawab tentang kepatuhan ICRA Indonesia dan karyawannya terhadap ketentuan-ketentuan Kode Etik ICRA Indonesia maupun terhadap hukum dan peraturan yang berlaku. Jalur pelaporan dan kompensasi pejabat tersebut dilakukan terpisah dari kegiatan pemeringkatan.

   

3.6

Jika karyawan mengetahui bahwa seorang karyawan lain atau badan lain yang dikendalikan bersama-sama oleh ICRA Indonesia melakukan atau telah terlibat kegiatan yang ilegal, tidak etis atau bertentangan dengan Kode Etik ICRA Indonesia, karyawan ICRA Indonesia harus melaporkan informasi tersebut dengan segera kepada orang yang memimpin bidang kepatuhan atau pejabat ICRA Indonesia, sebagaimana mestinya, sehingga tindakan yang perlu dapat diambil. Karyawan ICRA Indonesia tidak perlu dan tidak diharapkan menjadi ahli di bidang hukum. Namun, para karyawannya diharapkan melaporkan kegiatan-kegiatan yang patut dipertanyakan secara wajar oleh seseorang. Setiap pejabat ICRA Indonesia yang menerima laporan tersebut dari karyawan ICRA Indonesia wajib mengambil tindakan yang sesuai menurut ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di wilayah hukum yang bersangkutan serta aturan dan pedoman yang ditetapkan oleh ICRA Indonesia. Menajemen ICRA Indonesia melarang tindak pembalasan oleh karyawan ICRA Indonesia lainnya atau ICRA Indonesia sendiri terhadap setiap karyawan yang secara jujur melaporkan kejadian tersebut. ICRA Indonesia menerapkan Kebijakan tentang Pemberi Informasi agar karyawan-karyawan melaporkan kepada manajemen kejadian-kejadian perilaku yang tidak etis, baik yang nyata ataupun dugaan, penipuan atau pelanggaran Kode Etik atau kebijakan etika Perseroan. Kebijakan tentang Pemberi Informasi juga memberikan perlindungan yang cukup kepada Pemberi Informasi terhadap kemungkinan intimidasi ataupun tindak pembalasan.




Print View Tell a Friend

 
     
 

© Copyright 2010 - 2013 | ICRA INDONESIA - All Rights Reserved.

 
     
Warning: Unknown: write failed: Disk quota exceeded (122) in Unknown on line 0 Warning: Unknown: Failed to write session data (files). Please verify that the current setting of session.save_path is correct (/tmp) in Unknown on line 0